Skip to main content

Tips Cara Menanam Cabe

Cabe memang terkadang menjadi komoditas yang sangat menguntungkan, buah yang rasanya pedas ini memang tidak terlewatkan dalam beberapa makanan di nusantara. Nah kali ini kita akan membahas bagaimana cara menanam cabe dengan baik dan benar. Dibandingkan tanaman lainnya, tanaman cabe merupakan tanaman yang memerlukan perawatan dengan keahlian yang baik dan teratur agar bisa panen sesuai harapan para penanamnya. Nah ini dia :
1.Tanah
Salah satu syarat dalam cara menanam cabe yang baik adalah tanah. Tanah yang direkomendasikan untuk menanam cabe adalah tanah yang gembur dan juga subur dan kaya dengan zat makan (zat hara). Juga tanah yang baik dalam persoalan pembuangan/sirkulasi air yang baik dan tidak menggenang. Usahakan diberi banyak humus. Tanaman cabe juga bisa ditanam di daratan rendah ataupun daratan tinggi. Jika anda mengalami kendala tentang kondisi tanah, anda bisa gunakan Pupuk Organik
2. Iklim
Tanaman cabe bisa hidup di daerah yang banyak hujan atau kurang hujan dengan suhu udara berkisar antara 25 – 31 derajad celcius.
Bila bibit sudah diperoleh, Bibit tanaman cabai rawit yang telah berumur 1 bulan segera ditanam dan dilakukan pada sore hari agar tidak layu. ciri – ciri bibit yang siap tanam adalah sebagai berikut (umur 1 bulan) :
• tidak terserang hama dan penyakit
• pertumbuhan tanaman seragam
Dalam cara menanam cabe yang baik, usahakan jangan terlalu rapat jaraknya agar mengurangi serangan hama penyakit dan memudahkan perawatan tanaman cabe nantinya. Hal ini juga bisa diaplikasikan dengan cara menanam satu baris saja dalam satu gulut. Jarak tanam yang ideal 60 x 60 cm. Hal ini juga dipengaruhi oleh musim, jika musim kemarau menanam cabe dengan jarak agak rapat mungkin tidak akan terlalu bermasalah, tetapi jika pada musim penghujan akan menyebabkan tanaman cabe mudah terserang penyakit jamur jika terlalu rapat.
Cara Menanam Cabe
  • Siram bibit cabe
  • Pilih bibit yang akan ditanam
  • Lepaskan polibag atau pelastik dari bibit
  • Padatkan tanah disekeliling tanaman bibit yang telah dimasukan kelubang agar tidak rebah 
  • Setelah 1 Minggu siram dengan Pupuk Organik
Setelah kita mempelajari cara menanam cabe, kita pelajari lagi ke dalam masa vegetatif atau masa sebelum berbunga, yang paling penting untuk difokuskan adalah unsur makro tanaman. Pada fase ini tanaman cabe membutuhkan asupan unsur N yang cukup dan pengairan yang baik. Gunakan ZPT berbahan aktif GIBERALIN, dan jangan lupa pemupukan dilakukan dengan baik karena nutrisi sangat dibutuhkan dalam masa ini. Dan hentikan pemakaian giberalin ketika masa berbunga karena akan membuat bunga rontok. Rumput liar yang tumbuh disekita tanaman harus dicabit atau di siang dengan kored atau sabit.
Untuk menghindari lalat buah, kita bisa menyemprotkan pestisida yang baunya menyengat sehingga lalat buah tidak suka. Selain itu jika ada buah yang sudah terserang segeralah petik buang jauh. Cara mengatasi penyakit antraknose (pathek) untuk mengatasinya gunakanlah varietas yang tahan dan penyemprotan pestisida secara rutin untuk pencegahan.
Nah itulah artikel cara menanam cabe semoga bermanfaat.
By. http://klikpintar.com
 

Comments

Popular posts from this blog

MENCEGAH EROSI DENGAN METODE VEGETASI TANAMAN KOPI

Erosi adalah salah satu penyebab terjadinya rusaknya lahan yang dipicu adanya intensitas dan lama hujan yang tertinggi, tingginya aliran permukaan, lemahnya struktur tanah dengan tingkat infiltrasi yang rendah, kemiringan lereng yang tinggi, pengolahan tanah dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya penerapan koservasi dilapangan. Erosi merupakan proses yang diawali dengan pelepasan agregat tanah yang disebabkan air hujan yang diikuti dengan penghanyutan dan pengendapan tanah yang lepas tersebut. Salah satu faktor penyebab erosi adalah adanya vegetasi tanaman. Pengaruh vegetasi terhadap erosi adalah: 1) adanya perlindungan tanaman terhadap percikan air hujan langsung ke tanah; 2) menurunkan kecepatan aliran permukaan; 3) menahan partikel-partikel tanah setempat; dan 3) meningkatkan infiltrasi tanah. Alternatif teknik konservasi tanah dan air yang dapat diterapkan untuk menanggulngi erosi tanah dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu 1) mekanik...

MANFAAT MENGGUNAKAN PUPUK HAYATI BIO NANO PLUS

100 % alami pupuk hayati, BUKAN pupuk biasa Mengandung Bio Pestisida : Pestisida dari organik Mengurangi penggunaan pupuk kimia sampai 50% Meningkatkan hasil panen 20% sampai 50% Digunakan untuk segala jenis tanaman Sangat ekonomis, tetapi tetap memberikan hasil yang maksimum dalam jangka panjang KANDUNGAN MIKROORGANISME : Rhizobium sp. : 1,16 X 10⁶ cfu/ml Azospirillum sp. : 1,10 X 10⁶ cfu/ml Alcaligenes sp. : 1,11 X 10⁶ cfu/ml Bacillus sp. : 3,05 X 10⁶ cfu/ml Aspergillus Niger : 1,30 X 10⁶ cfu/ml Lactobacillus sp. : 1,52 X 10⁶ cfu/ml Saccharomyces sp. : 3,05 X 10⁶ cfu/ml Streptomyces sp. : 7,40 X 10⁶ cfu/ml Pseudomonas sp. : 8,75 X 10⁶ cfu/ml Azotobacter sp. : 2,50 X 10⁶ cfu/ml KANDUNGAN UNSUR HARA KURANG LEBIH : N : 1,14%, P2O5 : 1,02%, K2O : 1.03%, Ca : 1,53%, Mg : 0,01%, S : 6,67%, Fe : 22,66 ppm, Cu : ...

MENANAM KENTANG DI DATARAN TINGGI

Sumber Gambar: http://www.google.co.id Siapa pun orangnya, tentu telah mengenal kentang. Tidak cuma mengenal, bahkan sudah merasakan enaknya makanan asal komoditas hortikultura tersebut. Sebab, umbi tanaman yang nama latinnya Solanum tuberosum dapat dimasak menjadi berbagai jenis makanan, seperti sop, perkedel, kentang rebus, keripik kentang, bahkan makanan yang sudah siap saji seperti potato dan chitato yang sering nampak dijual di supermarket, bahkan di warung-warung. Jika pun tidak mengenal, mungkin saja namanya yang berbeda. Soalnya, untuk daerah yang berbeda, namanya bisa lain. Di daerah Jawa Barat, kentang ada yang menyebutnya dengan nama "Luwi kumeli", di Aceh dan Minangkabau (Sumatera Barat) ada yang menamakan "Gantang", di Karo (Sumatera Utara) disebutnya "Gentang" atau "Gadung lepar" dan di Lampung ada yang memberi nama "Ketang" atau "Ubi mandira". Namun secara nasional komoditas ho...